Saturday, August 30, 2014
   
Text Size

Prof. Dr. Ir. Bambang Sugiarto, M.Eng

Prof. Dr. Ir. Bambang Sugiarto, M.Eng. merupakan Guru Besar di Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Beliau juga merupakan Dekan di Fakultas Teknik UI untuk periode 2008 – 2012. Guru besar yang sangat menyukai mengutak – atik mesin terutama mesin otomotif ini tidak segan-segan berbagi kepada Tim www.engineeringtown.com  tentang pengalaman hidupnya. Bagaimanakah kisah di balik kesuksesan Guru Besar yang fokus meneliti di bidang “Renewable Energy” untuk otomotif ini ? Simak wawancara kami bersama Prof. Bambang beberapa waktu yang lalu.

Tim engineeringtown.com : Bisa diceritakan latar belakang kehidupan Bapak, seperti latar belakang pendidikan ataupun pengalaman ketika kecil lainnya ?

Prof. Bambang : Saya empat bersaudara. Kebetulan saya anak paling kecil. Semua kakak saya masuk UI (Universitas Indonesia). Kakak nomor satu di Kedokteran UI, nomor dua di Ekonomi UI, dan nomor tiga di Administrasi Niaga UI. Karena saya paling kecil, maka saya tidak punya pilihan lain selain di teknik. Orangtua saya mensyaratkan untuk masuk UI. Karena kalau tidak masuk UI maka tidak akan disekolahkan. Dan kemudian akhirnya saya berhasil masuk UI.

Namun yang menarik adalah dari TK sampai SMA saya selalu disekolahkan di sekolah swasta. Ayah Saya adalah seorang tentara. Bisa dibayangkan seorang anak tentara pasti disekolahkan di sekolah yang mempunyai disiplin tinggi.

Saya hobinya main motor, segala sesuatu yang sifatnya laki-laki betul. Oleh karena itu saya memilih masuk teknik mesin. Saya memang sangat ingin cepat selesai sekolah. Saya berhasil menyelesaikan kuliah S1 hanya dalam waktu 4,5 tahun. Dan selama itu, saya sudah menjalani semua mulai dari mahasiswa teladan sampai lulusan terbaik. Walaupun saya tergolong cepat dalam menyelesaikan kuliah, tapi saya juga ikut terlibat di kegiatan kemahasiswaan.

Tim engineeringtown.com : Ketika memutuskan untuk memilih jurusan teknik, apakah memang keinginan dari Bapak pribadi atau memang dari orangtua ?

Prof. Bambang : Kebetulan keluarga saya merupakan keluarga yang sangat memperhatikan pendidikan. Ibu saya orang yang sederhana walaupun hanya tamatan SMA dan ayah saya tentara pelajar. Ayah saya selalu berpesan, “kalian hanya bisa merubah nasib dari sekolah”. Jadi saya diminta untuk sekolah setinggi – tingginya.

Saya memang mengidolakan teknik, ya karena hobi itu tadi. Saya berfikir alangkah nikmatnya ngebut sendiri, dan betulin sendiri. Saya menyukai teknik mesin karena di dalam teknik mesin itu luas sekali dari mesin tik, mesin jahit tapi yang saya inginkan adalah otomotif.

Setelah lulus, saya langsung diterima di sebuah perusahaan besar sebagai asisten manager. Pada waktu yang bersamaan, saya juga ditawari untuk menjadi dosen. Akhirnya setelah melewati beberapa pertimbangan, saya memutuskan mendaftar menjadi dosen dan tahun 1985 diterima bergabung di Teknik Mesin UI. Tahun 1986 saya mendapat beasiswa ke Jepang dan berangkat pada tahun 1988. Tahun 1994 saya kembali ke Indonesia dengan gelar Doktor. Saya termasuk generasi yang awal-awal sekolah di Jepang. Kemudian tahun 2006 saya meraih gelar Professor ke – 17 di Fakultas Teknik UI.

Tim engineeringtown.com : Inovasi apa saja yang telah Bapak kembangkan ?

Prof. Bambang : Saya ingin memperbaiki motor 2 tak (2 langkah). Dulu pembakarannya jelek, sering keluar asap, dan lain – lain. Akhirnya saya memperbaiki hal tersebut. Dari master saya mengerjakan itu. Dan Doktornya saya juga masih mengerjakan bidang tersebut yaitu membuat “Fuel Injection”, pompa injeksi bahan bakar. Saya meneliti hal tersebut pada tahun 1990.

Saya termasuk grup yang meneliti tentang “Renewable Energy” untuk otomotif. Jadi penelitian Saya di sekitar minyak jarak, biodisel, dan sebagainya. Dan terakhir yang sampai sekarang masih berlangsung, saya juga meneliti mengenai busway dari aspek bahan bakarnya. Di Fakultas Teknik UI itu kebetulan teman – teman sangat kuat mengenai transportasi, memikirkan pola transportasi makro. Jadi dengan begitu segala permasalahan transportasi yang ada di Jakarta bisa diatasi (menurut teori).

Tim engineeringtown.com : Pernah terfikir untuk menggeluti bidang lainnya ?

Prof. Bambang : Saya mempunyai hobi main band. Malah kami sudah punya stok album sebanyak 6 lagu.

Tim engineeringtown.com : Menurut pandangan Bapak, minat teknologi dikalangan remaja itu seperti apa ? dan bagaimana cara memotivasinya ?

Prof. Bambang : Pasti ada hubungan sebab – akibat antara supply dan demand, antara need. pembangunan. Tapi menurut saya jadi insinyur itu “tidak ada matinya deh!”, karena kita saja masih membangun, roda perekonomian sedang berjalan dan kita itu kekurangan insinyur. Saya cukup bangga dengan mahasiswa – mahasiswa saya. Saya kemarin ikut promosi ke daerah-daerah dan ke SMA – SMA dan Saya lihat di sana minatnya sangat besar.

Tim engineeringtown.com : Untuk ke depannya, adakah inovasi teknologi lainnya yang ingin Bapak kembangkan ?

Prof. Bambang : Saya ingin berkontribusi. Saya kan di grupnya bidang konservasi energi. Kalau perlu minyaknya cepat habis, karena nanti kita akan lebih kreatif dalam mencari energi alternatif. Kalau saya lebih setuju jika kendaraan pribadi harus menanggung beban lebih mahal. Termasuk motor, karena di negara-negara lainnya, kendaraan bermotor itu harus ada “function motorcycle” harus ada gunanya yang spesifik dalam memakai kendaraan bermotor tersebut. Arahkan masuknya ke transposrtasi umum.

Saya ingin berkontribusi dibidang konservasi energi. Saya termasuk yang mendukung jika di UI tidak boleh ada mobil yang masuk. Biar naik kereta saja, karena sudah disediakan sepeda. Busnya pun sudah bagus, sekalian saja tidak boleh ada mobil dan motor yang masuk. Atau parkirannya di luar, disediakan tempat parkir.

Prof. Dr. Ir. Bambang Sugiarto, M.Eng.

·      Tempat/tanggal lahir : Jakarta 13 Juli 1961

·      Istri : Risqa Rina Darwita

·      Anak : Hana Witsqa

·      Pendidikan :

Ø 1979 : Kolase Kanisius Jakarta

Ø 1985 : Sarjana Teknik Mesin di FTUI

Ø 1991 : Master di Mechanical Engineering Dept, Hokaido University, Jepang

Ø 1994 : Doctoral di Mechanical Engineering Dept, Hokaido University, Jepang

 

Foto : ET
Penulis : Indah Sari Dewi

 

Share/Save/Bookmark

Add comment


Security code
Refresh