Saturday, May 25, 2013
   
Text Size

Ninda Frisky dan Annisa Fitriani

Peraih Medali Perunggu International Conference of Young Scientis (ICYS) 2011 di Moskwa, Rusia

Ninda Frisky dan Annisa Fitriani adalah dua orang siswi yang memiliki segudang prestasi. Telah banyak ajang kompetisi yang mereka ikuti dan menghasilkan prestasi yang sangat membanggakan. Baru-baru ini mereka telah berhasil mendapatkan Medali Perunggu dalam ajang International Conference of Young Scientis (ICYS) di Moskwa, Rusia.

Bagaimanakah kisah di balik keberhasilan mereka? Yuk, kita simak wawancara engineeringtown.com dengan Ninda dan Annisa berikut ini.

Engineeringtown.com: Bisa kalian ceritakan sedikit mengenai International Conference of Young Scientis (ICYS) yang telah kalian ikuti tersebut?

Ninda & Annisa: Mungkin banyak orang yang mengetahui ICYS ini sebagai suatu kompetisi. Tidak salah memang, tapi sebenarnya inti dari ICYS ini adalah konferensi, di mana kami, para peserta ICYS, saling berbagi mengenai penelitian-penelitian kami. Bertukar pikiran dengan peneliti-peneliti belia dari negri berbeda untuk tujuan yang sama yaitu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi umat manusia. Tidak hanya penelitian, kami juga saling memperkenalkan negara kami, budaya kami, masalah-masalah yang kami hadapi, dan lain-lain.

Para peserta International Conference of Young Scientists (ICYS) ke-18 yang diselenggarakan di Moskwa, Rusia pada 24-29 April 2011.

Engineeringtown.com: Bagaimana awal mulanya kalian bisa terpilih untuk mengikuti kompetisi tersebut?

Ninda & Annisa: Sebenarnya seleksi tim Indonesia untuk ICYS ini terbagi menjadi dua. Seleksi untuk regional Jawa dan luar Jawa. Untuk seleksi di Pulau Jawa, peserta ICYS dipilih melalui kompetisi InaYS (Indonesian Young Scientist) yang diadakan oleh Universitas Katholik Parahyangan. Karya-karya yang layak mengikuti kompetisi internasional lantas dipanggil kembali untuk mengikuti seleksi tim ICYS tingkat nasional. Untuk regional luar Jawa, diadakan di 3 wilayah: Sumatra (Medan), Kalimantan (Bontang), dan Bali. Karya-karya yang masuk langsung diseleksi untuk menuju ke seleksi nasional, tanpa harus mengikuti InaYS terlebih dahulu.

Engineeringtown.com: Persiapan apa saja yang kalian lakukan sebelum menghadapi kompetisi tersebut?

Ninda & Annisa: Yang pasti menyempurnakan penelitian yang kami lakukan, terus dan terus mengembangkannya, serta berkonsultasi dengan berbagai pakar yang ahli dalam bidang yang kami geluti.

Engineeringtown.com: Tentang penelitian kalian; An Interesting Way to Learn Gamelan. Bisa diceritakan sedikit mengenai penelitian yang telah kalian buat tersebut? Ide awalnya, tujuan dibuat, kegunaannya dan cara kerjanya?

Ninda & Annisa: Awalnya, kami hanya ingin meringkas gamelan saya, supaya lebih mudah dimainkan. Lalu, kami menemukan juga bahwa ternyata belajar gamelan itu tidak mudah. Para pemain gamelan harus sering berlatih untuk dapat memainkan suatu lagu. Sedangkan berlatih gamelan itu tidak bisa dilakukan sendirian. Para pemain gamelan harus berkumpul bersama untuk dapat memainkan satu lagu gamelan. Sedangkan untuk mencari waktu berkumpul bersama itu juga bukan hal yang mudah. Kemudian, kami berfikir untuk membuat game seperti guitar hero, namun untuk versi gamelan. Si pemain gamelan dapat berlatih memainkan lagu Jawa dengan game tersebut tanpa harus bersama dengan orang lain, sehingga belajar bermain gamelan akan lebih mudah. Selain itu, game yang kami beri nama Game.land ini juga sedang kami kembangkan untuk dibuat online multiplayer game, sehingga kami bisa mengajak orang-orang untuk bermain gamelan bersama lewat internet, dan keberadaan gamelan akan lebih terangkat lagi.

Engineeringtown.com: Adakah kendala-kendala yang kalian hadapi selama menyelesaikan penelitian tersebut dan bagaimana cara kalian mengatasinya?

Ninda & Annisa: Kendala pertama yang muncul adalah pada saat perekaman suara, dimana pada gamelan, suara yang khas timbul karena getaran yang terjadi pada instrumen gamelan. Ketika direkam, getaran daripada gamelan tersebut tidak ikut terekam, sehingga ketika akan berbeda rasanya ketika bermain gamelan secara digital maupun secara langsung.

Satu lagi masalah yang kami alami adalah cara bermain gamelan itu sendiri. Pada bebepara instrumen gamelan, seperti saron, setelah memukul salah satu nada, si pemain harus memegang bagian nada itu agar suaranya tidak mengganggu nada yang akan dipukul berikutnya. Tentu saja, bagi kami, sangat sulit untuk membuat efek ini pada gamelan digital.

Engineeringtown.com: Apa motivasi kalian dalam mengikuti kompetisi tersebut?

Ninda & Annisa: Bagi saya, motivasi utamanya adalah untuk mengangkat kembali budaya Jawa yang mungkin sudah tidak terlalu diperhatikan lagi dan mengangkatnya ke dunia internasional. Menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa.

Engineeringtown.com: Selain International Conference of Young Scientis (ICYS) di Moskwa, Rusia, kompetisi apa saja yang pernah, sedang, atau akan kalian ikuti?

Ninda & Annisa: Sebelumnya bersama dengan Annisa, mengikuti lomba Karya Ilmiah Siswa Kota Yogyakarta bidang IPA (ekologi). Konsep penelitian kami adalah tentang pelestarian terumbu karang.

Beberapa waktu lalu (setelah ICYS), bersama dengan dua teman lain, mengikuti Lomba Karya Ilmiah Remaja LIPI. Konsep penelitiannya adalah membuat sistem perhitungan pajak online.

Selain itu, bersama dengan dua teman lain yang berbeda juga mengikuti Lomba Inovasi Pengembangan Pangan dengan membuat mesin pengering padi dengan bahan-bahan sederhana dan mudah dijangkau oleh petani yang mayoritas adalah golongan menengah ke bawah.

Untuk saat ini, bersama dua orang teman sebelumnya juga sedang mengembangkan peta pintar untuk pengembangan pariwisata di Kabupaten Sleman, Yogyakarta untuk mengikuti lomba pengembangan daerah yang diadakan oleh BAPPEDA Kabupaten Sleman. Konsepnya semacam Google Maps, disertai dengan penunjuk jalan untuk menuju ke objek-objek wisata di Kabupaten Sleman.

Engineeringtown.com: Apakah Anda punya pesan/masukan untuk remaja di Indonesia agar dapat berprestasi seperti Anda?

Ninda & Annisa: Ketika kita gagal, mungkin sebenarnya kita hanya butuh sedikit usaha lagi untuk berhasil. Jadi teruslah berusah!

Profil singkat

Ninda Frisky Rahmawati
Tempat/tanggal lahir: Sleman, 7 April 1993
Riwayat Pendidikan:
·      TK Pertiwi Donokerto II
·      SD Negeri Turi III
·      SMP Negeri 4 Pakem
·      SMA Negeri 1 Yogyakarta
·      Sedang menempuh pendidikan di Teknologi Informasi Universitas Gajah Mada

Prestasi  yang pernah diraih:
·      Juara 1 Lomba Karya Ilmiah Siswa Kota Yogyakarta 2010 bidang IPA (Ekologi)
·      Medali Emas InaYS (Indonesian Young Scientist) bidang Komputer Science
·      Medali Perunggu ICYS (International Conference of Young Scientist) bidang Komputer Science

Annisa Fitriani
Tempat/tanggal lahir: Yogyakarta, 3 Maret 1993
Riwayat Pendidikan: SMA Negeri 1 Yogyakarta
Prestasi  yang pernah diraih:

·         Finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tingkat Provinsi, Tahun 2009 (Limbah Kulit Durian sebagai Bahan Bakar Energi Alternatif)

·         Juara 1 Lomba Karya Ilmiah Sekolah (LKIS) Tingkat Provinsi, Tahun 2010 (Pemanfaatan Limbah Baterai sebagai Alternatif Biorock Technology)

·         Medali Emas Indonesian of  Young Scientist (INaYS) Tingkat Nasional Tahun 2010 (Virtualizing Gamelan)

·         Medali Perunggu International Conference of  Young Scientist (ICYS) Tingkat Internasional Tahun 2011

·         Juara 1 Lomba Hafalan Al Quran Tingkat Provinsi Tahun 2003

·         Juara 3 Lomba Aritmatika Sempoa Tingkat Provinsi Tahun 2004

·         Juara 2 Lomba Tartil Quran Tingkat Kabupaten Tahun 2004

·         Juara 3 Lomba Aritmatika Sempoa Tingkat Provinsi Tahun 2005

 

Foto: Dok Pribadi/indonesiaproud.files.wordpress.com

Ket foto: Ninda Frisky (kiri) dan Annisa Fitriani (kanan)

 

 

Share/Save/Bookmark

Add comment


Security code
Refresh