Thursday, October 30, 2014
   
Text Size

Kiat Lulus Seleksi Beasiswa

Umumnya kesempatan untuk mendapatkan beasiswa sangat besar bagi orang yang memiliki nilai akademis tinggi. Namun hal tersebut tidak selalu menjamin seseorang bisa lulus untuk mendapatkan beasiswa. Karena ternyata untuk mendapatkan beasiswa itu gampang-gampang susah loh. Berhubung beasiswa adalah kesempatan langka yang tidak semua orang beruntung bisa mendapatkannya, maka prosesnya pun berjalan panjang dan sangat kompetitif.

Sebenarnya setiap lembaga pendonor dana beasiswa menerapkan cara-cara dan tahapan seleksi yang berbeda-beda. Walaupun demikian, umumnya tahapan yang diterapkan memiliki cukup banyak kesamaan. Tahapan seleksi yang pada umumnya sama dilakukan oleh sebagian lembaga pendonor adalah seleksi administrasi, tes tulis, tes wawancara, dan penulisan essay rencana riset (biasanya khusus untuk program S2 dan S3).


1.  Seleksi Administrasi

Ini merupakan tahapan paling sulit untuk memperkirakan peluangnya. Teliti berkali-kali kelengkapan dokumen yang diminta. Pastikan detail persyaratan yang tercantum, karena bila satu  persyaratan saja tidak tepenuhi, jangan harap kamu dapat lolos seleksi. Mengisi formulir aplikasi jangan terlalu umum, namun juga jangan terlalu detail sehingga membingungkan yang membacanya. Bila aplikasi ditulis dalam bahasa Inggris, jangan lupa untuk mengecek grammar, spelling, dan konsistensi bahasa. Jangan segan-segan untuk meminta orang tua, teman, atau siapa pun yang jago berbahasa Inggris untuk mengoreksi aplikasi kamu.

 

2.  Tes Tulis

Jenis tes tulis umumnya diterapkan hampir di semua proses seleksi beasiswa. Jenis soal yang diberikan tentunya disesuaikan dengan tingkatan beasiswa yang kan diberikan, juga jurusan yang akan kamu ambil. Jenis mata pelajaran yang diujikan juga tergantung dari program yang kamu ambil.

 

Kamu bisa mempelajari berbagai tipe soal yang diujikan dalam tes tulis dari soal-soal yang sudah diujikan di tahun sebelumnya. Walaupun tiap tahun tentu soalnya akan berbeda, tetapi umumnya tipe soalnya tidak akan jauh berbeda dari tahun ke tahun. Setidaknya kamu sudah mengetahui tipe soal seperti apa yang akan diujikan, dan kamu dapat mengantisipasinya dengan mencoba mengerjakan soal-soal itu. Jangan sungkan untuk bertanya kepada teman maupun kakak kelas yang telah berhasil mendapat beasiswa tersebut.

 

3.  Seleksi Wawancara

Bila terpilih ke tahap seleksi wawancara, berarti setengah perjalanan telah berhasil kamu lewati. Namun biasanya tahap inilah yang sangat menentukan lulus atau tidaknya seorang calon penerima beasiswa. Oleh karena itu, kamu harus mempersiapkan tahap ini dengan sebaik-baiknya.

 

Jika kamu tinggal jauh dari kota yang ditunjuk untuk proses seleksi wawancara, usahakan untuk dating satu hari sebelumnya agar kamu tidak terlambat dating ke wawancara. Jangan lupa survey tempat sehari sebelumnya. Bila naik kendaraan umum, cari tahu kendaraan apa yang harus digunakan. Penting juga untuk mengestimasi waktu yang diperlukan pergi ke tempat wawancara tersebut. Sebisa mungkin datanglah 30 menit lebih awal. Dan berpakaianlah yang rapi atau sesuai aturan.

 

Persiapan selanjutnya yang harus dimiliki adalah kesiapan mental dan kemampuan dalam menjawab setiap pertanyaan dari pewawancara secara diplomatis. Kadar potensi, kegigihan, kemauan, niat baik, dan harapan di dalam dirimu itulah yang akan di fokuskan oleh pewawancara. Karena dari situlah pemberi beasiswa akan menilai dan menakar perkembanganmu bagi kebutuhan institusi pemberi beasiswa di masa depan.

 

Karena bahasa yang digunakan dalam wawancara adalah bahasa Inggris, tidak ada salahnya dari jauh-jauh hari kamu berlatih dahulu. Tunjukkanlah sikap yang santun ketika sedang diwawancara. Bersikaplah se-rileks mungkin dan jangan menunjukkan sikap tegang atau gugup. Umumnya pertanyaan yang diajukan adalah seputar dokumen aplikasi, sehingga kamu tidak perlu kuatir akan ditanya dengan pertanyaan yang aneh-aneh.

 

Perlu diingat bahwa tip pewawancara hanya bertanya untuk mendapatkan penjelasan, bukan untuk menguji pengetahuanmu sehingga jangan memberikan jawaban yang berbelit-belit, tapi cukup jawab apa yang ditanyakan saja, tidak perlu melebar ke mana-mana, kecuali jika memang diminta untuk menjelaskan. Usahakan setiap jawaban disertai contoh. Bila ternyata pewawancara menanyakan pertanyan yang sifatnya pribadi, jangan terpancing untuk menceritakan masalah pribadimu. Jawab saja setiap pertanyaan seperlunya.

 

4.  Menyusun Rencana Studi

Dalam menyususn rencana studi, sebaiknya kamu memberikan alas an yang kuat mengapa kamu memilih bidang studi tersebut. Bisa dengan memaparkan latar belakang bidang studi dan juga pentingnya bidang studi tersebut bagi kemajuan di Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam memilih program studi, usahakan itu benar-benar merupakan minat kamu sendiri, bukan karena pengaruh orang lain. Sebab nantinya penyeleksi beasiswa akan memintamu untuk menjelaskan tentang rencana studimu tersebut.

 

Kalau berdasarkan minatmu, maka akan lebih mudah bagimu untuk memaparkan rencana studimu itu. Karena para penyeleksi beasiswa biasanya cukup ahli dalam menafsirkan bahasa pelamar beasiswa dalam essay yang mereka tulis. Dari sana mereka akan tahu apakah kamu benar-benar minat dengan bidang yang kamu pilih atau hanya sekedar ingin tahu saja. Lagi pula, kalau dari awal saja kamu sudah tidak bisa mantap dengan pilihanmu, maka dikhawatirkan nantinya akan berpengaruh pada saat menjalani kegiatan perkuliahan yang sebenarnya

 

Selamat mengejar beasiswa impianmu !

Dari berbagai sumber

 

Share/Save/Bookmark

Add comment


Security code
Refresh