Thursday, April 24, 2014
   
Text Size

Bank Jaringan

Sebagian besar dari kita mungkin pernah mengalami luka bakar atau bahkan pernah melihat atau bahkan mengalami sendiri kecelakaan yang mengakibatkan diamputasinya bagian tubuh tertentu. Namun saat ini, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, pasien patah tulang tidak perlu diamputasi lagi.

Karena ada sebuah metode penyembuhan baru dalam dunia kedokteran yang memungkinkan tulang pasien yang patah dapat tersambung kembali seperti semula, yaitu dengan memanfaatkan adanya bank jaringan (tissue bank). Bank jaringan adalah suatu bank (pengumpul) jaringan seperti jaringan tulang yang sudah tidak bermanfaat lagi bagi pendonornya karena harus di buang akibat suatu kondisi tertentu (seperti penyakit atau proses amputasi). Sebelum didonorkan kembali, tulang-tulang tersebut harus lulus tes dari berbagai penyakit seperti HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, dan penyakit berbahaya lainnya. Tulang-tulang tersebut biasanya didapatkan dari rumah sakit yang memang merupakan pengumpul tulang.

Setelah tulang terkumpul dan diketahui bahwa tulang-tulang tersebut bebas dari penyakit-penyakit berbahaya, maka tulang tersebut masuk ke dalam laboratorium untuk di-screen kembali. Kemudian dilakukan uji Pathogenic Bacteria (uji patogen) selama sekitar 3 minggu. Jika pada tulang tersebut tidak terdapat patogen berbahaya maka akan diproses lebih lanjut. Namun jika positif terkontiminasi patogen, maka tulang tersebut tidak digunakan.

 


Alat radiasi sinar gamma, sangat baik untuk proses sterilisasi jaringan biologi.

Setelah melewati berbagai pengujian di laboratorium dan kemudian diproses lebih lanjut maka tulang tersebut sudah dapat digunakan, misalnya untuk keperluan ortopedi. Jika ada pasien yang mengalami patah tulang atau mengalami kerusakan tulang dan membutuhkan graf tulang, maka dokter ortopedi memasukkan graf tulang-tulang yang berasal dari bank jaringan melalui proses operasi. Kemudian tulang tersebut akan membentuk seperti jembatan sehingga tulang-tulang yang rusak akan kembali bertaut.

Selain tulang, jaringan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan medis adalah amnion (selaput plasenta bayi). Amnion merupakan selaput bayi di dalam perut ibu. Selaput amnion ini diambil dengan izin terlebih dahulu dari sang ibu setelah proses melahirkan. Selaput amnion ini juga harus lulus tes dari berbagai penyakit. Sebelum dapat digunakan untuk keperluan medis, amnion ini harus diproses terlebih dahulu di laboratorium bank jaringan. Di dalam laboratorium, amnion kemudian diproses, diawetkan dengan pengeringan, dan terakhir diiradiasi. Amnion ini sangat berguna untuk luka bakar, karena amnion akan mempercepat pertumbuhan jaringan baru sehingga mempercepat penyembuhan luka. Amnion untuk luka ini sudah diterapkan sejak tahun 1986.

Selama ini pengembangan teknologi di bank jaringan masih terbentur dengan minimnya ketersediaan bahan baku yang berasal dari tulang manusia. Bahan baku yang ada masih sangat terbatas pada life donor. Walaupun dalam undang-undang kesehatan membolehkan pengambilan dari dead donor, tetapi ketersedian bahan baku ini masih terbentur pro dan kontra. Karena keterbatasan tulang manusia ini, maka dicoba untuk menggantinya dengan tulang sapi. Dan ternyata tulang sapi memberikan hasil yang hampir sama dengan tulang manusia. Tulang sapi yang digunakan adalah sapi yang berusia di bawah dua tahun, sehat, dan tidak terjangkit penyakit berbahaya.

Tulang-tulang tersebut kemudian diproses untuk implantasi di bidang ortopedi, periodontal, bedah mulut, dan juga digunakan untuk pengganti bola mata. Untuk pengganti bola mata, tulang yang digunakan adalah bagian kanselus. Tulang-tulang tersebut dibentuk menjadi bulat, kemudian dimasukkan ke dalam mata melalui proses operasi. Namun demikian, bola mata ini tidak dapat digunakan untuk melihat, tetapi berfungsi kosmetik.

Selain jaringan tulang dan amnion, jaringan lain yang dapat digunakan adalah membran periosteum dan membran perikardium sapi. Membran periosteum merupakan jaringan lunak antara tulang dan otot, sedangkan membran perikardium merupakan jaringan lunak pembungkus jantung. Kedua membran tersebut biasanya digunakan sebagai teknik regenerasi tulang terarah ( guided bone regeneration) yang resorbable.

Di Indonesia, riset mengenai bank jaringan pertama kali dilakukan oleh Bank Jaringan Riset BATAN (BJRB), berawal dari kerja sama antara BATAN dan IAEA (International Atomic Energy Agency). Ketika itu IAEA mempunyai proyek penelitian mengenai sterilisasi radiasi tissue graft. Kemudian Direktur BATAN memberi peluang kepada penelitinya Dra. Nazly Hilmy, Ph.D untuk bergabung dalam proyek tersebut.

 

Tim peneliti di BJRB

Indonesia tergabung dalam Asia and Pacific Association of Surgical Tissue Bank (APASTB) yang mengadakan konferensi dua tahun sekali. Indonesia mendapat kehormatan dalam menyelenggarakan pertemuan akbar tersebut pada tahun 2000 di Bali, dan juga pada 27-29 Oktober 2010 di Bukittinggi. Pada tahun 2001, para pakar bank jaringan dan para dokter terkait membentuk Persatuan Bank Jaringan Indonesia (PERBAJI) di Surabaya. Pada 12 Oktober 2010 lalu, teknologi bank jaringan khususnya okular implan dari tulang sapi mendapatkan penghargaan Anugerah 102 Inovasi Indonesia oleh Menristek Suharna Surapranata di Gedung Graha Widya Bakti Puspiptek Serpong.

Tim Peneliti Batan Research Tissue Bank

Consultant :
Dra. Nazly Hilmy, Ph.D

Manager :
Ir. Basril Abbas, Dipl TB

Quality Control :
Febrida Anas, Dipl TB

Medical Control :

· dr. Paramita Pandan Sari

· drg. Tantin R.D

 

Administration & Documentation :

· Nani Suryani

· Hamdi

 

 

Foto : ET/BATAN
Penulis : Indah Sari Dewi

 

Share/Save/Bookmark

Comments  

 
0 #1 tony archind 2012-09-04 05:40
Semakin meyakinkan kita bahwa manusia adalah sesuatu yang terdiri dari hal yang bersifat fisik layaknya benda atau alat yang lain yang apa bila rusak bisa di gantikan dengan sesuatu yang lain baik yang bersifat baru maupun yang pernah di gunakan sebelumnya.....
Semoga, keilmuan tentang kedokteran dan yang lain lain terkait kesehatan manusia terus berkembang, sehingga berbagai permasalahan hidup terkait kesehatan tubuh dapat di atasi dan kwalitas kehidupan di dunia menjadi lebih sempurna. Amiiin.
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh