Tuesday, July 22, 2014
   
Text Size

Olimpiade Sains Propinsi (OSP)

Selasa, 4 Juni 2013

siswa-OSNJAKARTA--Indonesia telah banyak melahirkan siswa-siswi berprestasi dalam berbagai bidang kompetensi/kemampuan, baik tingkat nasional maupun internasional khsusnya di bidang sains. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terus melakukan berbagai kegiatan untuk dapat menjaring siswa-siswi dalam bidang tertentu.

Khususnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, Kemdikbud menyelenggarakan kegiatan tahunan yaitu Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang terdiri dari 9 bidang studi antara lain Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Komputer, Astronomi, Ekonomi dan Kebumian serta bidang baru yaitu Geografi.

Untuk menjadi peserta tingkat nasional, para  siswa harus melalui penjaringan berjenjang mulai dari tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, hingga propinsi. Oleh karena itu, Kemdikbud melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas (Dit. PSMA) melaksanakan Olimpiade Sains Propinsi (OSP) yang dilaksanakan di 33 provinsi pada 3-5 Juni 2013 dan diikuti lebih dari 14 ribu siswa dari seluruh Indonesia.

Tujuan dari seleksi Olimpiade Sains tingkat propinsi ini adalah untuk memfasilitasi dan menjaring siswa SMA yang memiliki potensi bakat dan minat dalam bidang sains sekaligus menjadi duta sains propinsi dan bakal menjadi calon peserta OSN. Direncanakan OSN tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 2-8 September 2013 di Bandung, Jawa Barat.

Menurut Direktur Pembinaan SMA Kemdikbud, Harris Iskandar, kegiatan olimpiade sains perlu berkolaborasi juga dengan perguruan tinggi setempat. “Sehingga ke depan kelembagaannya perlu ditingkatkan dan perguruan tinggi sebagai centre-centre pembinaan," ujarnya saat rapat persiapan di Jakarta.

Sementara itu, Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik SMA. Suharlan menambahkan bahwa Kegiatan ini bukan semata-mata untuk perolehan medali, tapi atmosfer kompetensi sains cukup digemari oleh siswa Indonesia. Disamping itu ada sikap jujur, sportif, anti mencontek akan menjadi kultur bagi generasinya. “Para peserta akan memperebutkan tiket ke tingkat nasional melalui mekanisme yang jelas dan tersistem, OSN merupakan unjuk prestasi anak-anak bangsa dan mereka juga menjadi kebanggaan daerah masing-masing,” ujarnya.

Direktorat Pembinaan SMA bertanggung jawab menyusun dan menyiapkan soal yang akan diujikan di setiap provinsi. Soal Olimpiade Sains tingkat Provinsi tersebut dibawa langsung oleh Petugas Pusat ke 33 Provinsi.  [FA/ZAL SMA]

Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/1402 

 

Share/Save/Bookmark

Add comment


Security code
Refresh