Saturday, November 01, 2014
   
Text Size

Robot “Barang Bekas” Unikom Menuai Prestasi

Rabu, 25 Juli 2012

BANDUNG, InfoPublik - Barang bekas seperti botol air mineral dan mouse analog komputer ternyata bisa dibuat menjadi robot dan tambahan ilmu dalam merakitnya. Seperti yang dilakukan Unit Local Technology Bandung (Lotech) Universitas Komputer Indonesia (Unikom), yang membuat robot dari bahan ramah lingkungan dan barang bekas.

Inspirasi ini bahkan menuai prestasi sebagai unit wirausaha muda PAN dan Program Mahasiswa Wirausaha 2012 yang diadakan Ditjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional.

Menurut CEO sekaligus dosen pembimbing Lotech, Agus Mulyana, unit ini berawal dari riset yang dilakukan sejumlah mahasiswa Tekhnik Komputer (Tekkom) Unikom.

Pembuatan robot untuk kompetisi yang tengah booming, misalnya, sebagian besar harus impor dari luar negeri. Sedangkan nama Lotech berasal dari nama makanan khas Sunda lotek, yang terbuat dari sayuran segar yang menyehatkan.

"Kita bersama-sama mencari ide dan ternyata bisa dilakukan dari bahan bekas. Misalnya botol air mineral ukuran 500 ml dan mouse analog komputer yang sudah tidak terpakai lagi," katanya.

Dari mouse, bisa dibuat robot beetle bot (robot kumbang) yang harganya tidak lebih dari Rp75.000. Tidak begitu jauh dengan robot dari botol mineral. Menurutnya, pelajar atau masyarakat kalangan mana pun bisa mendapatkan ilmu membuat robot dari barang bekas.

Syaratnya mudah. Hanya dengan menukarkan 50 botol bekas air mineral 500 ml atau 20 mouse analog bekas, Lotech akan menggantinya dengan 1 unit robot dan pelatihan membuatnya.

"Kami juga memberikan pengetahuan robot ini dari awal, apa manfaat dan kerugian dari sampah-sampah ini. Tujuannya agar peserta peduli atas barang-barang bekas," ujarnya.

Karena dibuat mudah, pesertanya bisa berasal dari tingkat SD, SMP, dan SMA. Hal itu pun sesuai dengan kurikulum sekolahnya. Tapi sebelum pelatihan dimulai, peserta diwawancara untuk mengetahui keinginannya dalam membuat robot. Bahkan tim pengajar Lotech yang semuanya mahasiswa Tekkom bisa dipanggil ke rumah peminat.

"Untuk SD biasanya kita ajarkan membuat robot unprogramable. Artinya, tanpa perlu belajar program, algoritma, robot tersebut bisa jalan sendiri," katanya. (MC. Kota Bandung/toeb)

infopublik.kominfo.go.id

 

 

Share/Save/Bookmark

Add comment


Security code
Refresh