Saturday, May 19, 2012
   
Text Size

Kemenristek Dukung Kemandirian Energi Melalui Pemanfaatan Kompor Tekan Multifuel

Selasa, 21 Februari 2012

Rencana pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan konversi Bahan Bakar Gas (BBG) per  1 April 2012 yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi BBM (Bahan Bakar Minyak) mendapat berbagai tanggapan dari masyarakat. Salah satunya adalah infrastruktur  yang belum siap dalam mendukung kebijakan konversi tersebut.

Hal ini yang harus menjadi perhatian serius pemerintah dalam mengaplikasikan kebijakan tersebut, atau dengan mencari solusi baru yang dapat mengakomodir kebutuhan bahan  bakar masyarakat baik di pedesaan atau masyarakat perkotaan yang lebih fleksibel. Salah satu upaya yang digalakkan saat ini adalah penggunaan bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah selain gas yaitu dengan memanfaatkan minyak jelantah.

Penggunaan minyak jelantah sebagai bahan bakar adalah sebuah solusi alternatif yang berdampak positif. Jika minyak jelantah dibuang begitu saja, maka dapat menimbulkan polusi atau mengotori lingkungan. sementara itu apabila digunakan terus menerus akan menimbulkan penyakit  akibat kandungan yang tinggi dari senyawa polimer.

“BPPT sebagai badan pengkajian dan penerapan teknologi berupaya memberikan solusi terhadap masalah yang terjadi di masyarakat melalui inovasi teknologi tepat guna bagi masyarakat”, ujar, Asisten Deputi Iptek Masyarakat, Sadiyatmo

“Dalam hal ini Kementerian Riset dan Teknologi memfasilitasi sosialiasasinya dengan memberikan insentif kepada perekayasa BPPT dan merupakan salah satu penerima program Peningkatan Kemampuan Peneliti Perekayasa (PKPP). Dan ini semua merupakan masa inkubasi karena pengembangan kompor ini masih terus diuji cobakan. Produk massal kompor ini merupakan tahapan berikutnya yaitu tahapan komersialisasi”, kata Deputi Bidang Pendayagunaan Iptek, Idwan Suhardi  dalam Sosialisasi Kompor Tekan Multifuel Berbahan Bakar Jelantah, pada Selasa, 21 Februari 2012 di Bekasi.

Menurut Idwan Suhardi, Deputi Pemberdayaan Iptek Kementerian Riset dan Teknologi kompor ini merupakan protipe yang dihasilkan BPPT.

Dalam acara sosialisasi ini juga dilakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman  (MoU) antara Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Penandatangan PKS (Perjanjian Kerjasama) antara PTSE dengan Kadin Lingkungan Hidup Kota Bekasi dan Ketua KOPTI-UMKM (Koperasi Produsen Tahu-Tempe Indonesia) selanjutnya dilakukan serah terima Kompor Tekan Multifuel kepada perwakilan para pengguna yang diwakili oleh KOPTI-UKM.

Kompor Tekan Multifuel
Kompor Tekan Multifuel memiliki keunggulan teknis (teknologi), ekonomi, dan kesehatan. Kompor ini lebih praktis digunakan, suhu nyala api cukup tinggi (diatas 12000 C) dan dapat digunakan untuk bermacam-macam minyak nabati (seperti CPO/minyak kelapa sawit,  minyak jarak dan lain-lain) tanpa perlu modifikasi tambahan. Secara ekonomi, dengan pengembangan kompor tekan mulfifuel ini, minyak jelantah dapat memiliki manfaat alternatif sebagai bahan bakar yang memiliki nilai ekonomis yang dapat menghemat bahan bakar secara signifikan dengan harga perliternya yang cukup murah.

Keunggulan lainnya, kompor tekan multifuel didesain sederhana mungkin agar harganya terjangkau oleh masyarakat. Dari segi kesehatan, dengan adanya kompor tekan multifuel ini pola perilaku masyakarat dalam hal ini para penjual gorengan juga dapat berubah yang tadinya memakai minyak goreng dalam memasak secara berulang kali sehingga menurunkan kualitas dan hiegenis makanan, saat ini dengan menggunakan kompor tekan multifuel sehingga memiliki alternatif yang jauh lebih sehat. Potensi ketersediaan minyak  jelantah pun cukup besar jika dapat dilakukan kerjasama dengan industri makanan dan rumah makan cepat saji untuk memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar.

Kegiatan sosialisasi kali ini mengenai pemanfaatan kompor tekan multifuel juga diharapkan turut mendukung program kemandirian energi pemerintah melalui program diversifikasi energi dengan memanfaatkan potensi sumberdaya energi lokal (dalam hal ini minyak nabati) yang dapat dengan mudah diperoleh dari lingkungan sekitar. (md/humasrisek)

 

 

Share/Save/Bookmark
Kemenristek Dukung Kemandirian Energi Melalui Pemanfaatan Kompor Tekan Multifuel

Add comment


Security code
Refresh



 
     

Event

  • 1
  • 2
  • 3