Potensi Riset Bersama Pengembangan Perangkat Pemindah Wesel
Rabu, 22 Februari 2012
Inovasi di industri harus terus didorong karena sangat dibutuhkan untuk meningkatkan nilai tambah produk-produk industri tersebut. Oleh karena itu, dalam rangka mendorong inovasi industry, khususnya dalam pengembangan perangkat pemindah wessel (Point Machine), Selasa tanggal 21 Februari 2012 di Ruang Rapat Lt. 6 Gedung II BPPT, Asdep Produktivitas Riptek Industri melakukan FGD yang melibatkan PT. LEN, PT. Pindad dan Pusat Teknologi Material BPPT. FGD tersebut bertujuan untuk menggali potensi riset bersama yang sinergis dengan melibatkan industri dan lembaga litbang.
PT. LEN sebagai salah satu industri yang menaruh perhatian lebih terhadap pengembangan produk-produk sarana perkeretaapian termasuk perangkat pemindah wesel. Mengapa Point Machine? Karena produk tersebut sangat dibutuhkan oleh pasar. Sebagai gambaran, pangsa pasar untuk pembangunan jalur ganda utara Jawa membutuhkan setidaknya 500 buah Point Machine. Belum lagi rencana pembangunan jalur selatan Jawa, jalur Kalimantan dan Sumatera. Besarnya kebutuhan tersebut berbanding terbalik dengan kemampuan industri dalam negeri yang bisa dikatakan masil nihil dalam memproduksi point machine. Hal tersebut karena semua point machine yang terpasang saat ini masih impor terutama dari produk Siemens, Jerman.
Pada diskusi yang dipimpin oleh Muhammad Samsuri selaku perwakilan dari Asdep Produktivitas Riptek Industri tersebut, PT. LEN dan PT. Pindad memaparkan kompetensi mereka dalam proses pengembangan point machine. PT. LEN memiliki kompetensi untuk melakukan litbang dari aspek elektronikanya serta proses integrasinya. Sementara PT. Pindad dengan fasilitas dan kompetensi yang dimiliki dapat melakukan R&D dibidang pembuatan perangkat/komponen mekaniknya. Namun demikian untuk akselerasi R&D industri sangat membutuhkan kerjasama dengan LPNK secara lebih fokus.
Berbagai masukan dalam FGD tersebut diantaranya aspek yang sangat krusial untuk dikuasi teknologninya adalah aspek motor point machine serta identifikasi dan karakterisasi material komponen-komponenya. BPPT khususnya Pusat Teknologi Material memiliki kompetensi untuk mendukung penelitian dan pengembangan material komponen. Hal ini dikaitkan dengan salah satu arah kebijakan BPPT untuk mendukung R&D di Industri Strategis.
Terakhir sebagai penutup, dengan adanya FGD ini diharapkan akan menjadi starting point untuk mengarah pada intensifikasi kerjasama antara PT. LEN, PT. Pindad dan LPNK khususnya BPPT dalam membangun riset bersama. Tidak menutup kemungkinan bergabungnya institusi lain dalam melakukan R&D untuk lebih mempercepat penguasaan teknologi dalam negeri sehingga target industri pada tahun 2015 mampu memproduksi point machine secara mandiri di industri dalam negeri dapat terealisasi. (ad5-dep4/ humasristek)
Sumber Gambar : ristek





