links
Raksa
Raksa
Written by Administrator

Raksa (air raksa/merkuri) merupakan unsur logam yang sangat berat. Logam ini berbentuk cair pada suhu ruangan, mengkilap, berwarna putih keperakan, mudah menguap pada suhu kamar, dan tidak berbau. Raksa terbentuk secara alami di alam dan terdapat dalam berbagai bentuk. Dalam bentuk murni  raksa dikenal sebagai “logam” raksa (Hg (O) atau HgO). Di alam, raksa dibebaskan dari gunung berapi, penguapan dari tanah dan permukaan air,  melalui endapan mineral, dalam batu bara dan kebakaran hutan.


Bijih utama raksa adalah cinnabar. Bijih cinnabar telah disaring untuk kandungan raksanya sejak abad ke-15 atau 16 sebelum Masehi. Logam ini diproduksi dengan cara memanaskan cinnabar pada suhu di atas 540 oC dan dengan cara mengembunkan uapnya. Bijih raksa akan menguap, dan uap-uap tersebut kemudian diambil dan didinginkan untuk membentuk logam cair raksa. Logam ini mudah membentuk campuran logam dengan logam-logam yang lain seperti emas, perak, dan timah (disebut juga amalgam).

Logam raksa banyak digunakan di laboratorium untuk pembuatan termometer, barometer, pompa difusi dan alat-alat lainnya. Raksa juga digunakan dalam pembuatan lampu uap merkuri, pembuatan baterai, dan alat-alat elektronik lainnya. Kegunaan lainnya adalah untuk pembuatan pestisida, gigi buatan, pelapis cermin dan lainnya.

Walaupun mempunyai banyak kegunaan, namun raksa merupakan racun yang berbahaya karena dapat diserap melalui kulit, saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Raksa merupakan sumber polusi yang membahayakan dan sekarang ini diketahui banyak ditemukan di air dan sungai. Oleh karena itu, penggunan raksa telah dilarang atau sangat dibatasi di sejumlah negara karena dampaknya terhadap manusia dan lingkungan.

Secara alamiah, pencemaran raksa berasal dari kegiatan gunung api atau rembesan air tanah yang melewati tumpukkan raksa di dalam tanah. Apabila masuk ke dalam perairan, raksa mudah berkaitan dengan klor yang ada dalam air laut dan membentuk ikatan HgCl. Dalam bentuk ini, raksa mudah masuk ke dalam plankton. Jika plankton ini dimakan oleh ikan ataupun hewan laut lainnya dan hewan laut ini dimakan manusia, maka akan menimbulkan keracunan bahkan dapat menyebabkan kematian. Raksa mencemari lingkungan (udara, air dan tanah) terutama melalui pembakaran batu bara, insinerator limbah medis, produksi besi baja, produksi semen, pertambangan emas, limbah sampah yang mengandung raksa, dan sebagainya.

Logam raksa sangat beracun karena dapat menyebabkan kerusakan pada sistem saraf. Keracunan yang dapat membahayakan oleh raksa dapat terjadi akibat kontak kulit, makanan, minuman, dan pernafasan. Uap air raksa sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan kerusakan otak. Senyawa air raksa dan logam air raksa dapat mengakibatkan kerusakan susunan saraf pusat (otak), kerusakan ginjal, kerusakan hati, gangguan mental, kebutaan, gangguan pada sistem reproduksi (perkembangan janin).

Ilustrasi: Shutterstock
Dari berbagai sumber

 

 

Share/Save/Bookmark
Raksa
 

Comments   

 
0 #3 Bioma Cakrawala 2012-12-22 12:35
:lol: lumayan
 
 
0 #2 jumanik 2012-10-29 01:46
jika raksa tumpah di tanah/dilantai diapakan
 
 
+1 #1 Floyd 2011-12-30 02:17
:sigh:
 

Add comment

Statistik

Content View Hits : 2186225

Central office

Gedung Engineering Center,
Lt. 3 Fakultas Tekni Universitas Indonesia
Tlp: 021 - 78849052
FAX: 021 - 78849072
E-Mail: engineeringtown@yahoo.com;
engineeringtown.ui.ac.id

About Us

Engineeringtown for kids adalah Website yang menyediakan informasi di bidang keteknikan dan pendidikan untuk anak